Home / Finalis / Hironimus Pala

Hironimus Pala

Pria kelahiran Wolomuku, 9 November 1965 adalah pegawai sebuah yayasan telah mendampingi masyarakat pedesaan dan menjadi motivator dan fasilitator pengembangan masyarakat dalam bidang pertanian, kesehatan, lingkungan hidup dan ekonomi keluarga. Telah menjadi pendamping lebih dari 6 tahun. Disamping karena keinginan sendiri, juga karena berkarya di yayasan Tananua Flores. Bangga menjadi pendamping karena dengan adanya pendampingan dia ke petani yang tidak memiliki usaha tanaman komoditi, sekarang mereka sudah panen komoditi pertanian seperti kakao, kopi dan sudah mendapatkan manfaat ekonomi. Dari penjualan hasil pertanian yang di dapat digunakan untuk ongkos anak-anak sekolah sampai ketingkat SLTA dan bahkan sudah bisa mempunyai rumah sendiri.

Saat ini masih aktif mendampingi kelompok lebih dari 20 kelompok. Lima kelompok diantaranya bahkan menjadi tempat tujuan untuk studi banding oleh kelompok lain dari luar daerah sejak tahun 2000. 12 Kelompok telah aktif melakukan perencanaan usaha sendiri. Pendampingan dilakukan 3 kali sebulan dalam satu kelompok. Di setiap desa atau kelompok sudah ada asisten pendamping lapang yang bisa menghandle kegiatan bersama kelompok. Oleh karena itu dalam tahap ini dia hanya melakukan supervisi, evaluasi dan monitoring terhadap kegiatan yang sudah direncanakan oleh kelompok. Untuk menambah pengetahuannya , dia suka membaca melalui internet, bergabung dengan komunitas kelompok lain dan bergaul dengan tenaga ahli serta mengikuti kursus yang diperlukan.

Anggota kelompok yang dari hanya sekedar kerja bergilir untuk membantu sesama anggota, berlanjut pada usaha produktif seperti simpan pinjam, dan berkembang menjadi koperasi. Mereka juga belajar peremajaan dan produksi kakao dengan melakukan metode sambung samping dan sambung pucuk, sampai pada panen kakao. Dari koperasi inilah anggota mempunyai modal untuk mengembangkan usahanya, anggota bisa mengakses koperasi untuk mendapatkan modal yang dibutuhkan. Selain itu melalui koperasi mereka meningkat pengetahuan dan ketrampilannya.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya fokus untuk anggota kelompok saja tetapi juga orang di luar kelompok sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang sama seperti koperasi, pertanian dan kesehatan. Penyebaran informasi antar desa melalui rapat koordinasi kecamatan yang dilakukan setiap bulan, disamping untuk wadah/forum saling sharing juga menciptakan motivasi, dorongan dari desa2 yang mempunyai hasil dan program2 yang lebih baik dan sumber daya yang juga lebih meningkat.

Dalam tingkat kabupaten selalu diundang dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, misalnya dalam forum perencanaan kabupaten (Musrenbangkab) dan sering memberikan masukan/saran untuk perubahan program maupun kebijakan di tingkat kabupaten. Beberapa program pemerintah sebagian dikerjakan oleh pendamping sehingga menjadi pola kemitraan antar pemerintah dengan pendamping.

Kelompok yang berhasil didampinginya adalah Kelompok Sinar Harapan (24 Mei 1984) di desa Wonda, Kecamatan Ndori. Awalnya 11 KK hanya kerja musiman, dan membantu anggota jika mengalami kesulitan sampai tahun 1993. Tahun 1994 tujuan kelompok bertambah, yaitu kelompok harus mempunyai modal dan atas kesepakatan anggota maka melalui hasil kerja bergilir mereka para anggota menyisihkan uang Rp. 1000 rupiah untuk dikumpulkan dan digunakan apabila ada anggota yang membutuhkan melalui pinjaman. Tahun 1995 atas kesepakatan bersama mereka mendirikan usaha simpan pinjam, dan jumlah anggota menjadi bertambah 34 orang. Tahun 2009 kelompok Sinar Harapan mendapat juara 1 mulai dari tingkat kecamatan, Kabupaten dan sampai tingkat Propinsi dalam hal “Kemampuan Kelompok Tani & Nelayan”. Dan tahun 2011 kelompok membentuk koperasi Tani Sinar Harapan dengan jenis usaha simpan pinjam, usaha pertanian, usaha pembayaran listrik dan arisan anggota. Dampak dari adanya kelompok ini adalah masyarakat mulai banyak tertarik untuk menjadi anggota, usaha simpan pinjam kelompok ditiru oleh kelompok lain, ketrampilan sambung samping, sambung pucuk di adopsi oleh masyarakat lain antar dusun dan desa.

Disamping kelompok tani, dia juga mendampingi kelompok Dasa Wisma MAWAR sejak tahun 2007, beranggotakan 20 orang. Bertujuan untuk membantu anggota satu sama lain dalam hal pengadaan alat dapur, saling membantu akses keuangan untuk kebutuhan anggota, kegiatan simpan pinjam, dan jimpitan. Pernah mewakili kecamatan dalam lomba pangan lokal dalam rangka Hari Pangan, juara 2 lomba jambore POSYANDU tingkat kabupaten, mewakili petani perempuan dampingan YTNF dalam kunjungan belajar ke Philipina, menjadi tempat belajar dari pihak lain seperti dari Timor Leste.

Kelompok ini selalu memprakarsai pengembangan pangan lokal dan pengolahan hasil pangan lokal menjadi makanan bergizi dan menjadi makanan tambahan untuk seluruh balita di daerahnya sehingga menarik daerah lain untuk berkunjung dan belajar dari kelompok ini. (ea)

Check Also

REKA AGNI MAHARANI

Reka Agni Maharani (perempuan, 29 thn) lulusan Universitas Indonesia (UI), bersama sang suami Samsul Asinar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *