Home / Berbagi Cerita / REKA AGNI MAHARANI

REKA AGNI MAHARANI

Reka Agni Maharani (perempuan, 29 thn) lulusan Universitas Indonesia (UI), bersama sang suami Samsul Asinar atau biasa disapa Ma’ Chan, menggagas kewirausahaan sosial di Desa Cihaur, Sukabumi – Jawa Barat dengan konsep agroekologi. Agroekologi, menurut Ma’ Chan, adalah praktik pertanian selaras alam yang mempertimbangkan kelestarian ecosystem dan kultur masyarakat. “AGNI” sendiri adalah merek dagang yang bertujuan memperkenalkan produk pangan alami hasil petani dan kelompok perempuan dampingan di kebun Cijapun dan sekitarnya di Desa Cihaur. Kebun Cijapun sebagai stasiun lapangan bersifat otonom. Sebagian keuntungan dari AGNI diperuntukkan bagi kegiatan studi dan pengembangan agroekologi di Indonesia, sekaligus pengembangan bisnis pertanian yang selaras dengan alam, adil bagi petani, dan layak bagi konsumen.

Gagasan di balik kelahiran AGNI adalah kompleksitas persoalan sosial ekonomi dan lingkungan di Cihaur, tersebarnya produksi petani kecil (berlahan sempit) dan kelompok perempuan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi terkendala pemasaran. AGNI bertujuan melakukan promosi produk pangan sehat hasil budidaya agroekologis kepada konsumen luas dengan konsep pangan lokal untuk konsumen local. Selain itu, juga membangun jaringan pemasaran alternatif bagi produk komunitas petani kecil di sekitar Cijapun dan daerah lain yang menjadi mitra AGNI. Tujuan lainnya yakni menjadi pusat studi dan pengembangan agroekologi berbasis praktik bagi komunitas lokal maupun luar daerah.

Kewirausahan AGNI dibangun dengan prinsip “fair trade” yakni keuntungan diperoleh oleh semua pihak, baik petani dan kelompok perempuan dampingan/mitra, AGNI, distributor jejaring AGNI, maupun konsumen. AGNI memproduksi benih secara mandiri yang merupakan unsur penting dalam produksi pangan bagi manusia. AGNI berkomitmen dalam pelestarian dan penyebarluasan benih lokal pangan nusantara yang bukan benih hasil rekayasa genetik. Benih produksi AGNI dapat dikembangbiakkan secara berkelanjutan oleh para petani tanpa menciptakan ketergantungan. Beras hitam dan beras merah dirawat dan dipanen oleh para petani kebun Cijapun, tumbuh secara alami tanpa penggunaan pestisida dan pupuk kimia.

AGNI juga memproduksi Kripik Rakyat (KRIAT) yang menjadi salah satu pangan olahan dari kelompok ibu-ibu dampingan AGNI. Sumber bahan baku kripik didapat dari kebun Cijepun maupun kebun desa sekitar. Buah-buahan maupun umbi-umbian segar baru panen segera diolah menjadi kripik. Tidak hanya bahan baku yang segar, KRIAT berkomitmen tidak menggunakan tambahan MSG, pewarna, pemanis buatan, serta bahan pengawet.

Check Also

BUNGA DAHLIA

Kelompok Bunga Dahlia adalah kelompok petani perempuan permakultur yang berada di Dusun Tangkeban, Desa Merembu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *